Syarat-syarat terjadinya kehamilan adalah :
- Adanya spermatozoa
- Adanya ovum
- Adanya konsepsi
- Adanya nidasi/implantasi
SPERMATOZOA
- Sperma terdiri dari 3 bagian yakni : Kepala , leher dan ekor
- Ejakulasi pada hubungan seksual normal sebanyak 3-5 cc
- Dalam air mani terdapat sprematozoa sebanyak ± 100-120 juta/cc
- Sprematozoa dapat mencapai ampula kira2 1 jam setelah koitus
- Sprematogonium, membelah dua
- Spermatosit pertama, membelah dua
- Spermatosit kedua, membelah dua
- Spermatid kemudian tumbuh menjadi
- Spermatozoa (sperma)
Gambar Sperma
OVUM (SEL TELUR)
- Setiap bulan ½ ovum akan matang
- Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel ovarium yang pecah
- Kadar estrogen yang tinggi, meningkatkan gerakan tuba uterina sehingga tuba dapat menangkap dan menggerakkan ovum sepanjang tuba menuju rongga rahim
- Ada 2 lapisan pelindung yang mengelilingi ovum yakni zona pelusida dan corona radiata
- Apabila tidak di fertilisasi oleh sprema ovum akan berdegenerasi dan direabsorbsi
Urutan pertumbuhan ovum yakni :
- Oogonia
- Oosit pertama (primary oocyte)
- Primary ovarian follicle
- Liquor folliculi
- Pematangan pertama ovum
- Pematangan kedua ovum pada saat ovum dibuahi oleh sperma
Gambar Ovum
KONSEPSI (PEMBUAHAN)
Konsepsi adalah peristiwa penyatuan antara sel mani dan sel telur di tuba fallopi yakni di bagian ampularis. Dimana pembuahan akan menghasilkan :
- XX zygote : Menurunkan bayi perempuan
- XY zygote : Menurunkan bayi laki-laki
Proses konsepsi adalah sebagai berikut :
Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim, masuk ke dalam tuba. Gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh peranan kontraksi miometrium dan dinding tuba yang juga terjadi pada saat bersenggama.
Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium, di tangkap oleh fimbriae dengan rumbai pada ujung proksimalnya dan dibawa ke tuba fallopi. Ovum dikelilingi oleh 2 lapisan, yakni corona radiata dan zona pelusida. Setelah ovum keluar dari ovarium (ovulasi) maka folikel nya menjadi korpus luteum.
Setiap ejakulasi pria mengeluarkan 3-5 cc mani kedalam forniks vagina dam menuju ke tuba fallopi. Setelah sperma dekat dengan ovum maka sperma disini mengadung CPE (Corona Penetralizing Enzyme) dan hialuronidase yang berfungsi untuk menembus corona radiata dan zona pelusida. Hanya satu sperma yang dapat menembus ovum, yakni sperma dengan kadar konsentrasi DNA yang tinggi dinukleusnya, dan kaputnya lebih mudah menembus karena diduga dapat melepaskan hialuronidase.
Sekali sebuah sperma menembus zona pelusida, terjadi perlekatan yang kuat dan penembusan yang sangat cepat. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona pelusida yang mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma.
Pada saat sperma memasukin ovum maka ekor sperma tertinggal diluar dan berdegenerasi, pronukleus pria dan wanita masing-masing haploid (n), bersatu kemudian membentuk zigote dengan jumlah DNA genap/diploid (2n).
Zigote akan segera membelah diri membentuk bola padat yang diseburt blastomer. Pada hari ketiga, bola tersebut terdiri dari 16 sel blastomer yang disebut dengan morula. Disini zygote dan morula mendapatkan makanan yang disebut dengan Like Milk Endometrium (seperti susu dari endometrium). Pada hari keempat bola tersebut berbentuk rongga yang disebut blastula. Pada hari keempat, blastula masuk kedalam endometrium. . Selanjutkan maka akan dibicarakan pada konsep nidasi.
Gambar Konsepsi
NIDASI / IMPLANTASI
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula diselubungi oleh suatu simpai, disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium berada dalammasa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua, yaitu sel-sel besar yang mengandung banyak glikogen serta mudah dihancurkan oleh trofoblas.
Blastula dengan bagian berisi massa sel dalam (inner-cell mass) akan mudah masuk ke dalam desidua, menyebabkan luka kecil yang kemudian sembuh dan menutup lagi.
Itulah sebabnya, kadang-kadang pada saat nidasi terjadi sedikit perdarahan akibat luka desidua (tanda Hartman). Umumnya nidasi terjadi pada dinding depan atau belakang rahim (korpus) dekat fundus uteri.
Bila nidasi terjadi, dimulailah diferensiasi sel-sel blastula. Sel-sel lebih kecil yang terletak dekat ruang exocoeloma membentuk entoderm dan yolk sac, sedangkan sel-sel yang lebih besar menjadi endoterm dan membentuk ruang amnion. Maka terbentuklah suatu lempeng embrional (embryonal-plate) diantara amnion dan yolk-sac.
Sel-sel trofoblas mesodermal yang tumbuh disekitar mudigah (embrio) akan melapisi bagian dalam trofoblas. Maka terbentuklah sekat korionik (chorionic membrane) yang kelak menjadi korion. Sel-sel trofoblas tumbuh menjadi dua lapisan:
· Sitotrofoblas, disebelah dalam
· Sinsitiotrofoblas, disebelah luar.
Vili koriales yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh bercabang-cabang, dan disebut korion frondosum. Sedangkan yang berhubungan dengan desidua kapsularis kurang mendapat makanan sehingga akhirnya menghilang, disebut chorion leave. Dalam peringkat nidasi trofoblas dihasilkan hormone human chorionic gonadotropin (HCG).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar