Kamis, 23 April 2015

KONSELING DALAM KB (KELUARGA BERENCANA)

KONSELING

Konseling merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi (KR). Dengan melakukan konseling berarti petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai pilihannya.

Konseling adalah proses yang berjalan dan menyatu dengan semua aspek pelayanan Keluarga Berencana dan bukan hanya informasi yang diberikan dan dibicarakan pada satu kesempatan yakni pada saat pelayanan.

Sikap Petugas Kesehatan dalam Melakukan KOnseling Yang Baik Bagi Calon KB Baru

  1. Memperlakukan klien dengan baik
  2. Interaksi antara petugas dan klien
  3. Memberikan informasi yang baik dan benar kepada klien
  4. Menghindari pemberian informasi yang berlebihan
  5. Membahas metode yang diinginkan klien
  6. Membantu klien dalam mengerti dan mengingat

LANGKAH-LANGKAH KONSELING KB

SA  : SApa dan SAlam kepada klien dengan terbuka dan sopan.

T   : Tanyakan pada klien informasi tentang dirinya.

U   : Uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan  reproduksi yang paling mungkin, termasuk beberapa pilihan jenis kontrasepsi.

TU  : BanTUlah klien menentukan pilihannya

J     : Jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi pilihannya

U    : Perlunya dilakukan kunjungan Ulang.

Jumat, 10 April 2015

PROSES PERMULAAN KEHAMILAN

Syarat-syarat terjadinya kehamilan adalah :
  1. Adanya spermatozoa
  2. Adanya ovum
  3. Adanya konsepsi
  4. Adanya nidasi/implantasi
SPERMATOZOA
  • Sperma terdiri dari 3 bagian yakni : Kepala , leher dan ekor
  • Ejakulasi pada hubungan seksual normal sebanyak 3-5 cc
  • Dalam air mani terdapat sprematozoa sebanyak ± 100-120 juta/cc
  • Sprematozoa dapat mencapai ampula kira2 1 jam setelah koitus
Urutan pertumbuhan sperma yakni :
  • Sprematogonium, membelah dua
  • Spermatosit pertama, membelah dua
  • Spermatosit kedua, membelah dua
  • Spermatid kemudian tumbuh menjadi
  • Spermatozoa (sperma)
image
                                   Gambar Sperma
OVUM (SEL TELUR)
  • Setiap bulan ½ ovum akan matang
  • Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel ovarium yang pecah
  • Kadar estrogen yang tinggi, meningkatkan gerakan tuba uterina sehingga tuba dapat menangkap dan menggerakkan ovum sepanjang tuba menuju rongga rahim
  • Ada 2 lapisan pelindung yang mengelilingi ovum yakni zona pelusida dan corona radiata
  • Apabila tidak di fertilisasi oleh sprema ovum akan berdegenerasi dan direabsorbsi
Urutan pertumbuhan ovum yakni :

Kamis, 09 April 2015

FISIOLOGI PERTUMBUHAN JANIN

Umur Kehamilan Panjang Fetus Pembentukan Organ
4 mg 7,5-10 mm
Rudimental telinga, mata dan hidung
8 mg 2,5 cm
Hidung, kuping, jari jemari mulai dibentuk, kepala menekur ke dada
12 mg 9 cm
Daun kuping mulai jelas, kelopak mata melekat, leher mulai terbentuk, alat kandungan luar terbentuk namun belum berdiferensi
16 mg 16-18 cm
Genitalian eksterna terbentuk dan dapat dikenali, kulit tipis dan berwarna merah
20 mg 25 cm
Kulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh di kepala dan rambut halus (lanugo) tumbuh di kulit
24 mg 30-32 cm
Kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata serta kulit keriput. Kepala besar. Bila lahir dapat bernafas tetapi hanya dapat bertahan hidup beberapa jam saja
28 mg 35 cm
Kulit warna merah ditutupi verniks kaseosa. Bila lahir dapat menangis pelan dan lemah. Bayi imatur.
32 mg 40-43 cm
Kulit merah dan keriput. Bila lahir, kelihatan seperti orang tua kecil
36 mg 46 cm
Muka berseri, tidak keriput
40 mg 50-55 cm
Bayi cukup bulan. Kulit licin, verniks kaseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ baik. Pada pria testis sudah berada dalam skrotum, sedangkan pada wanita labia mayora berkembang baik.

PERNAFASAN JANIN
Janin dalam kandungan sudah mengalami gerakan pernafasan, namun air ketuban tidak masuk ke dalam elveoli paru-parunya . Pusat pernafasan ini diatur oleh kadar O2 dan CO2 didalam tubuh janin.
SIRKULASI DARAH JANIN
Sistem sirkulasi darah janin yakni :

Rabu, 08 April 2015

FISIOLOGI ALAT-ALAT KANDUNGAN

Dalam masa kanak-kanak, indung telur masih beristirahat, belum berfaal denganbaik. Setelah akil baliq, maka terjadilah perubahan besar pada seluruh tubuh wanita. Pubertas biasanya terjadi pada umur 12-16 tahun, namum hal ini dipengaruhi oleh bangsa, keturunan, iklim, dan lingkungan. Tanda-tanda yang muncul saat pubertas antara lain datangnya haid, tumbuh bulu ketiak dan pada alat kemaluan, tumbuhnya buah dada(payudara) dan panggul jadi bertambah luas dan besar.
Haid yang pertama kali disebut menarche. Setalah masa reproduksi, wanita masuk kedalam masa klimakterium yang terjadi secara berangsur-angsur dimana haid akan menjadi tidak teratur lalu akhirnya berhenti yang disebut dengan menopouse.

GANGGUAN HAID DAN SIKLUSNYA

Gangguan haid dan siklusnya khususnya dalam masa reproduksi dapat digolongkan menjadi :
1. Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid
  • Hipermenorea (Menoragia)
    • Pendarahan haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normal (>8 hari). Dapat disebabkan oleh mioma uteri, polip endometrium, gangguan pelepasan endometrium saat haid (irregular endometrial shedding) dsb.
  • Hipomenorea 
    • Pendarahan haid yang lebih pendek atau lebih kurang dari biasa. Biasanya disebabkan oleh setelah miomektomi, gangguan endokrin, dsb.
2.  Kelainan siklus
  • Polimenorea
    • Siklus haid yang lebih pendek dar biasa (<21 hari). Dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, kongesti ovarium karena peradangan dan endometriosis.
  • Oligomenorea
    • Siklus haid yang lebih panjang dari biasa (>35 hari).
  • Amenorea
    • Keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Amenorea terbagi atas 2 yakni (1) Amenorea primer dimana seseorang berumur 18 tahun ketasa tidak pernah mendapatkan haid dan (2) Amenorea sekunder dimana seseorang pernah mengalami haid lalu kemudian tidak mendapatkan haid lagi
3.  Pendarahan diluar haid disebut juga metroragia.
4.  Gangguan lain yang ada hubungannya dengan haid
  • Dismenorea
    • Dismenorea atau nyeri haid mungkin merupakan suatu gejala yang paling sering menyebabkan wanita-wanita muda pergi ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan. Dismenorea terbagi atas 2 yakni (1) Dismenorea primer dimana pada dismenorhoe ini tidak terdapat hubungan dengan kelainan ginekologik dan (2) Dismenorea sekunder dimana disebabkan oleh kelainan ginekologik.

ANATOMI ALAT KANDUNGAN

 Alat kandungan dibagi atas 2 bagian yakni :
1. Alat kandungan luar
2. Alat kandungan dalam

1. ALAT KANDUNGAN LUAR
Alat kandungan luar adalah alat kandungan yang dapat dilihat dari luar pada saat wanita dalam posisi litotomi. Fungsinya dikhususkan untuk kopulasi (koitus)
Pembagian Alat KAndungan Luar
  • Mons Veneris
Daerah menggunung diatas simfisis, yang akan ditumbuhi rambut kemaluan (pubis) apabila wanita berangkat dewasa
  • Bibir besar kemaluan (labia majora)
Berada pada bagian kanan dan kiri dan berbentuk lonjong yang besar
  • Bibir kecil kemaluan (labia minora)
Bagian dalam dari bibir besar yang berwarna merah muda.
  • Klitoris
Identik dengan penis pria, kira kira sebesar kacang hijau dan ditutupi oleh frenulum klitoris.
  • Vulva
Bagian alat kandungan luar yang berbentuk lonjong, berukuran panjang mulai dari klitoris kanan kiri dibatasi bibis kecil sampai kebelakang dibatasi dengan perineum.
  • Vestibulum
Terletak dibawah selaput lendir vulva. Disini juga terdapat kelenjar bartholini.
  • Introitus vagina
Pintu masuk kedalam vagina